Another cake for a new age

WhatsApp Image 2017-06-18 at 7.41.21 PM

 

Officially 30 years old, yeaay..!!!

Sebenernya dari awal tahun udah ngerasa berumur 30 sih, walaupun belum jatuh di tanggal ulang tahun. Hanya kebsiasaan di keluarga udah membuat gw berpikir gw berganti umur begitu tahun berganti. But it still nice to have them in your life who remember exactly when your birthday is. Sebuah ucapan sederhana diiringi do’a, it’d make my day. See, bahagia gw tuh sesederhana itu.

And another small delicious simple cake, would make my day so perfect. Walaupun biasanya tetep disisain buat besoknya karena ga sanggup abisin dan terlebih yang beliin biasanya cuma bantu icip2 doank. Dan begitulah hari ini. Menandai usia gw genap 30 tahun. Still single but happy, more than I could ask for, thank you Allah.

Actually, there’s more. Setelah selama tiga hari spent time di pulau Bintan yang luar biasa cakep and getting my ‘a bit too early’ birthday party, dan kemudian kemarin malam dilanjutkan dengan agenda berbuka puasa bersama plus sahur bersama dengan keluarga Tektok. Well, I’m really so happy and grateful, I feel so blessed. Alhamdulillah.

So, what’s next?

Just the usual me, and hopefully getting better each day. Planning what to do, what to achieve, do it, love it, and appreciate it whatever the results are. And to be honest, tahun ini menjadi tahun pertama gw yang full dengan rencana jangka panjang. Ya maklum, saya 30 tahun dan masih single. Yes I do plan to get married, tapi kita tidak pernah tahu apa yang Dia rencanakan. So just do your best, but always prepare for the worst.

So, bless me?

 

Tentang Kewajiban yang Terlupakan

Dua hari yang lalu sebuah brosur mendarat di meja saya. Entah darimana asalnya. Brosur biasa tentang  sebuah yayasan penyalur dana kemanusiaan, beasiswa, termasuk zakat bagi umat Islam. Ini bukan pertama kalinya brosur sejenis saya temukan dan saya baca sekedar  pengisi waktu ataupun untuk  melupakan kejenuhan terhadap pekerjaan.

Lalu apa yang istimewa dengan brosur ini? Tidak ada sebenarnya. Yang istimewa adalah, kehadiran brosur ini mengingatkan saya akan kewajiban saya yang telah bertahun-tahun saya lupakan. Kewajiban zakat, membayarkan 2.5% pendapatan saya di jalan Allah.

Image result for zakat pendapatan

Saya bukannya tidak aware dengan kewajiban ini. Pernah sekali dua kali, terpikir untuk membayarkannya. Tapi karena saya miskin ilmu, tidak paham bagaimana menghitungnya, apa yang dimaksud dengan nishab dan haul sebagai syarat zakat, akhirnya waktu pun berlalu. Dan saya kembali lupa.

Hari ini, Allah yang Maha Baik memberi saya kesempatan untuk mencari tahu tentang kewajiban saya ini. Seorang kolega yang cukup paham agama, dengan cukup sabar menjelaskan ilmu mengenai zakat ini pada saya. Termasuk dua paham besar yang banyak dianut di negri ini. Ada yang menunggu haul (setahun masa pemilikan harta), ada juga yang memilih  membayarkannya per bulan (begitu harta diperoleh).

Saya mulai bekerja dengan pendapatan tetap (terlepas dari status pegawai kontrak ataupun tetap), sejak tahun 2010. Hampir 8 tahun sudah saya bekerja. Saya bukannya tidak pernah membelanjakan harta/penghasilan saya untuk kemaslahatan ummat. Namun sekali lagi, karena miskin ilmu, semua itu tidak menggugurkan kewajiban saya melainkan hanya menjadi sedekah karena tidak disertai perhitungan zakat yang sesuai tuntunan agama.

Dan setelah mencoba menghitung berapa ‘hutang’ saya untuk zakat pendapatan ini, muncullah jumlah yang cukup fantastis untuk ukuran saya. Bismillah, mudah-mudahan saya sanggup membayarkan kewajiban ini walaupun harus mencicil hingga beberapa bulan hingga setahun kedepan. Well, nambah cicilan sih pastinya, tapi sedikit lega. Karena berbeda dengan cicilan lainnya, cicilan ini insyaAllah akan menjadi tabungan saya untuk kehidupan selanjutnya. Bagaimana dengan teman-teman pembaca semua? 🙂